CARI PTK DISINI

Memuat...

Sabtu, 29 Oktober 2011

IMPLEMENTASI TEORI MULTIPLE INTELLIGENCE DALAM PEMBELAJARAN AL QUR’AN HADITS SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN PEMAHAMAN SISWA

IMPLEMENTASI TEORI MULTIPLE INTELLIGENCE DALAM PEMBELAJARAN AL QUR’AN HADITS SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN PEMAHAMAN SISWA TERHADAP MATERI AL QUR’AN DAN HADITS (PTK 52


Belajar adalah suatu aktivitas yang sangat penting bagi kehidupan makhluk hidup khususnya bagi kelangsungan hidup umat manusia. Ajaran agama selalu menyuruh umatnya untuk selalu belajar, walaupun perintah belajar tersebut tidak secara langsung tersurat dalam ayat.

Aktivitas belajar selalu terkait dengan proses pencarian ilmu. Islam sangat menekankan terhadap pentingnya mencari ilmu. Dalam proses pencarian ilmu, tentunya maing-masing individu memiliki kecerdasan masing-masing yang berbeda-beda antara individu yang satu dengan individu yang lainnya.

Perbedaan karakteristik masing-masing individu tersebut dipengaruhi oleh banyak faktor. Salah satu diantaranya adalah faktor genetik dan lingkungan. Banyak orang yang berpendapat bahwa kecerdasan seseorang itu hanya tergantung pada kecerdasan IQ saja, tetapi belakangan ini muncul teori KM (Kecerdasan Majemuk), teori ini mengemukakan bahwa dalam diri manusia terdapat delapan macam kecerdasan, dari kedelapan macam kecerdasan tersebut akan berkembang salah satu atau hanya beberapa macam kecerdasan saja. Tetapi tidak menutup kemungkinan kecerdasan tersebut akan berkembang semuanya, sehingga apabila berkembang semuanya akan menjadi seorang manusia yang memiliki berbagai macam kecerdasan seperti filosof Jerman.

Berbagai macam teori kecerdasan tersebut biasa disebut dengan multiple intellegence. Teori ini meliputi delapan macam kecerdasan yaitu kecerdasan logis matematis, linguistik, verbal, visual spasial, musikal, intrepersonal dan interpersonal serta kecerdasan kinestetik.

Melihat delapan kecerdasan itulah seharusnya kita sebagai seorang guru tidak serta merta memfonis seorang murid itu bodoh lantaran dia tidak bisa untuk mengerjakan soal matematika. Menurut teori kecerdasan majemuk hal ini terjadi karena mungkin saja anak tersebut memiliki kecerdasan matematis logis yang kurang begitu berkembang, dan mungkin saja yang berkembang adalah kecerdasan yang lain.

Untuk mengetahui kecerdasan-kecerdasan tersebut harus dilakukan beberapa penelitian untuk mengetahui siswa yang bersangkutan termasuk dalam kategori siswa dengan kecerdasan apa. Salah satu diantara penelitian itu adalah dengan menggunakan angket yang diberikan kepada siswa, serta bisa juga dilakukan dengan melihat atau mengamati perilaku dan keadaan siswa serta aktivitas yang dilakukan oleh mereka.

DOWNLOAD FILE LENGKAP PTK

0 komentar:

Poskan Komentar