CARI PTK DISINI

Memuat...

Senin, 16 November 2015

Penggunaan Metode Diskusi Panel Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Pendidikan Kewarganegaraan Siswa Kelas 7b SMP Negeri

Penggunaan Metode Diskusi Panel Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Pendidikan Kewarganegaraan Siswa Kelas 7b SMP Negeri

Metode pembelajaran yang digunakan oleh guru kelas 7B SMP ----------- dalam mengajarkan PKn menggunakan metode ceramah, sehingga siswa menjadi pasif, tidak kreatif, dan ramai sendiri. Hal ini mengakibatkan hasil belajar siswa banyak yang belum mencapai KKM ≥ 75 rata-rata masih rendah (72,5). Dari data hasil pra siklus siswa yang belum mencapai KKM ≥ 75 sebanyak 17 siswa (56,5%), sedangkan siswa yang sudah mencapai KKM ≥ 75 sebanyak 13 siswa (43,5%). Berdasarkan hasil belajar pada pra siklus yang masih rendah tersebut maka dilakukan tindakan perbaikan melalui Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah “apakah penggunaan metode diskusi panel dapat meningkatkan hasil belajar PKn pada siswa kelas VII B Semester 1 SMP Negeri -----------?”. Dengan menggunakan metode diskusi panel dalam pembelajaran PKn untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Dalam penelitian ini analisis data menggunakan teknik deskriptif kualitatif dan kuantitatif yaitu data-data yang terkumpul dalam penelitian dianalilis dan disajikan dalam bentuk angka-angka (persentase) dan didiskripsikan secara kualitatif. Disamping itu peneliti juga membandingkan hasil penelitian ini dengan penelitian yang relevan. PTK ini berbentuk kolaboratif, karena melibatkan guru kelas PKn dan peneliti. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini dilakukan melalui 2 siklus. Tiap siklus dilakukan 2 kali pertemuan (2 x 40 menit). Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar PKn Siswa Kelas 7B Semester 1 SMP ---------. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah terjadi peningkatan ketuntasan hasil belajar pada tiap siklus. Pada tahap pra siklus sebanyak 43,5% (13 siswa ) yang tuntas, pada siklus I ketuntasan hasil belajar siswa meningkat menjadi 63,5% (19 siswa), setelah dilakukan perbaikan melalui metode diskusi panel. Siklus II dilakukan tindakan lanjutan dan hasil belajar siswa meningkat kembali menjadi 93,5% (28 siswa) yang telah tuntas dalam belajarnya. Dengan demikian dapat dismpulkan bahwa pembelajaran menggunakan metode diskusi panel dapat meningkatkan hasil belajar PKn Siswa Kelas 7B SMP Negeri 1 -------------. Berdasarkan penelitian hasil ini maka guru PKn dapat menggunakan metode diskusi panel untuk materi PKn yang lain untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa.

Penggunaan Model Pembelajaran TGT (Teams Games Tournament) untuk Meningkatan Keaktifan dan Hasil Belajar pada Materi Memahami Siklus Akuntansi

Penggunaan Model Pembelajaran TGT (Teams Games Tournament) untuk Meningkatan Keaktifan dan Hasil Belajar pada Materi Memahami Siklus Akuntansi
enis penelitian ini yaitu penelitian tindakan kelas yang terdiri dari dua siklus, setiap siklus terdiri dari 3 pertemuan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa kelas XI IPS-2 _________ materi memahami siklus akuntansi perusahaan jasa dengan penerapan TGT (Teams games tournaments). Indikator keberhasilan yang diajukan dalam penelitian ini adalah terdapat peningkatan keaktifan dan hasil belajar siswa kelas XI IPS-2 SMA_______Semester II Tahun Ajaran 2012/2013 materi memahami siklus akuntansi perusahaan jasa dengan penerapan TGT (Teams games tournaments). Subyek penelitian ini adalah siswa kelas XI IPS-2 SMA _________yang berjumlah 35 siswa. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu pengambilan angket keaaktifan dan tanggapan, serta pengambilan pretest dan posttest. Hasil dari siklus I ialah meningkatnya keaktifan belajar siswa, dimana yang berkategori kurang aktif menjadi 8 atau 23% siswa, siswa yang aktif menjadi 16 atau 46% siswa, sedangkan siswa yang sangat aktif ada 11 atau 31% siswa. Pada siklus II terjadi perubahan bahwa ada 0% siswa yang kurang aktif, siswa aktif ada 15 atau 57% siswa, sedangkan siswa yang sangat aktif ada 20 atau 43% siswa. Hasil belajar siswa juga mengalami peningkatanya itu pada siklus I terdapat 60% siswa dikategorikan tuntas dan 40% siswa dikategorikan tidak tuntas. Pada siklus II terdapat 91% siswa dikategorikan tuntas dan 9% siswa dikategorikan tidak tuntas. Hal ini berarti terdapatpeningkatan keaktifan dan hasil belajar siswa kelas XI IPS-2 SMA Negeri _______ dengan menggunakan model pembelajaran TGT (teams games tournaments) pada materi memahami siklusakuntansi perusahaan dan jasa.

Penerapan Pembelajaran Kooperatif Tipe TGT dengan Media Physics Hearts Card pada Materi Momentum dan Impuls

Dalam kegiatan belajar mengajar, penggunaan metode ceramah di sekolah-sekolah saat ini masih mendominasi. Selain itu penerapan sistem rangking yang masih diterapkan disekolah memunculkan sikap individual dan kompetisi negatif diantara siswa tanpa adanya kerja sama. Mengingat pentingnya sikap kerja sama, menciptakan pembelajaran kreatif dan menyengankan maka dibutuhkan metode pembelajaran yang mencangkup hal tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengatasi hal tersebut yaitu dengan menerapan Pembelajaran Kooperatif tipe TGT dengan media physics hearts card untuk meningkatkan kerjasama dan hasil belajar siswa dengan mengembangkan permainan physics hearts card pada bagian konsolidasi. Metode penelitian yang dipakai adalah PTK. Sampel yang digunakan siswa SMA kelas XI, dengan materi momentum dan impuls. Penelitian ini diawali dengan pembelajaran sesuai RPP kemudian pada tahap konsolidasi siswa melakukan tournament menggunakan permainan physics hearts card. Dalam permainan semua siswa berpasangan mengerjakan soal dengan berdiskusi antar pasangana dan berdiskusi dengan pasangan lain saat membacakan jawabannya dalam satu tim. Pada akhir pembelajaran guru memberika tes evaluasi kepada semua siswa untuk mengetahui hasil belajar siswa dan kuisioner untuk mengetahui tanggapan siswa tentang metode pembelajaran yang diberikan. Hasil penelitian didapatkan 94 % siswa mendapat nilai = 7 untuk tes. Selain itu pada aspek afektif kelas mencapai batas kriteria yang ditentukan yaitu 70% siswa melakukan kegiatan kerjasama dengan baik.

Penerapan Pembelajaran Kooperatif Tipe Inside Outside Circle Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa pada Materi Bilangan Bulat Kelas VII SMP

Latar belakang penelitian ini adalah (1) hasil belajar matematika siswa kelas VII rendah, (2) proses belajar mengajar tidak menggunakan model pembelajaran. Memecahkan permasalahan tersebut maka peneliti menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe inside outside circle. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Model PTK yang digunakan adalah model kemis dengan dilakukan dalam 2 siklus masing-masing 3 pertemuan dari 3 tahap yaitu, perencanaan, pelaksanaan dan observasi, refleksi. Variabel penelitian ini adalah model pembelajaran kooperatif tipe IOC (variabel bebas), hasil belajar matematika(variabel terikat). Subjek penelitian adalah siswa kelas VII SMP N 1 Bringin sebanyak 32 siswa. Teknik pengumpulan data dengan tes dan non tes (observasi). Instrumen yang digunakan adalah observasi dan tes. Teknik analisis yang digunakan adalah deskriptif kompratif yaitu hasil tes antara siklus meliputi perbandingan prasiklus, siklus 1 dan siklus 2. Hasil penelitian menujukan bahwa penerapan model kooperatif tipe IOC dapat meningkatkan hasil belajar matematika yaitu ditunjukan dari ketuntasan 53% meningkat pada siklus 1 menjadi 75% dan pada siklus 2 meningkat lagi menjadi 91%. Hasil ini terjadi karena proses pembelajaran lebih aktif dan dapat percaya diri mengungkapkan pendapatnya sendiri.

Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Rotating Trio Exchange untuk Meningkatkan Minat dan Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas VIII SMP Neger

enis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan subyek siswa kelas VIII C dengan jumlah siswa 36. Penelitian ini dilaksanakan dengan dua siklus, dengan tiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Rotating Trio Exchange dapat meningkatkan minat dan hasil belajar siswa. Minat belajar mengalami peningkatan pada pra siklus, siklus1, dan siklus2. Terdapat 19,44% dengan kriteria kurang baik, 72,22%kriteria baik serta 8,33% sangat baik. Pembelajaran Siklus 1 yang dilaksanakan dengan mengunakan model Rotating Trio Exchange dapat dikatehui minat belajar siswa 13,89% dengan kriteria kurang baik, 69,44% baik serta 16,67% sangat baik. Berdasarkan data siklus1 maka dapat dilaksanakan ke tahap siklus2, diperoleh data minat belajar yaitu 11% dengan kriteria kurang baik, 75% baik serta 14% sangat baik. Hasil belajar mengalami peningkatan dengan kentuntasan klasikal yaitu 42% pra siklus, dan 67% siklus 1 pada Siklus 2 mengalami peningkatan ketuntasan 92%. Berdasarkan data tersebut dapat diketahui siklus 2 mengalami peningkatan dibandingkan dengan siklus1, maka dapat di ambil kesimpulan bahwa minat dan hasil belajar meningkat dengan model pembelajaran Rotating Trio Exchange. Bagi peneliti selanjutnya dapat menggunakan model ini untuk meningkatkan minat dan hasil belajar pada mata pelajaran lain, hal ini untuk membuktikan model Rotating Trio Exchange tidak hanya bisa digunakan dalam mata pelajaran matematika saja tetapi pada semua mata pelajaran.

Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Kancing Gemerincing untuk Meningkatkan Hasil Belajar PKn Siswa Kelas 7D SMP Negeri

enis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Jenis penelitian tindakan kelas dalam penelitian ini dilakukan oleh guru bekerjasama dengan peneliti (kolaborasi). Teknik pengumpulan data menggunakan tes. Adapun teknik analisis penerapan model pembelajaran kancing gemerincing dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif, untuk membandingkan pencapaian hasil belajar mulai dari pra siklus, siklus I , dan siklus II digunakan teknik analisis deskriptif komparatif. Penelitian ini terdiri atas 2 siklus setiap siklusnya terdiri dari dua kali pertemuan. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas 7d SMP Negeri 1 Bancak yang berjumlah 29 siswa Pembelajaran dengan model kooperatif tipe kancing gemerincing dapat meningkatkan hasil belajar PKn SMP Negeri  kelas 7d semester 2 tahun pelajaran 2013/2014. Hal ini dibuktikan dengan peningkatan hasil pada setiap siklus. Sebelum menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe kancing gemerincing atau pra siklus hanya 14 siswa dari 29 siswa yang tuntas atau 48,28%. Rata-rata yang diperoleh siswa yaitu 62,9 dari nilai KKM = 70. pada siklus I menunjukan 62,07 % atau 18 siswa mendapat nilai diatas KKM =70 dan 37,93% atau 11 siswa mendapat nilai dibawah KKM = 70. Nilai rata-rata siswa 71,38, pada siklus II menunjukan 82,76 % atau 24 siswa mendapat nilai diatas KKM =70 dan 17,24% atau 5 siswa mendapat nilai dibawah KKM = 70 dan nilai rata-rata siswa 77,55. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar sebesar 82,76% Jadi penelitian ini dikatakan berhasil karena telah mencapai indikator keberhasilan 80%. Saran dalam penelitian ini diharapkan guru dapat menggunakan model pembelajaran kancing gemerincing untuk meningkatkan hasil belajar PKn dan menambah wawasan dan penguasaan guru terhadap model pembelajaran kooperatif.

Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Student Teams Achievement Divisions untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPA bagi Siswa Kelas IV SDN

Latar belakang masalah dalam penelitian ini adalah hasil belajar siswa kelas IV SDN Pati Lor 05 pada mata pelajaran IPA pada kompetensi dasar mendeskripsikan terjadinya perubahan wujud benda menunjukkan hasil yang kurang optimal. Dari 29 siswa yang mencapai nilai ketuntasan minimal (KKM= 80) baru 13 siswa atau sebesar 44,83% sedangkan siswa yang belum mencapai nilai ketuntasan berjumlah 16 siswa atau sebesar 55,17%. Salah satu upaya yang dapat dilakukan guru untuk menjawab permasalahan di atas adalah dengan penerapan model pembelajaran kooperatif STAD (Student Teams Achievement Divisions) dalam pembelajaran IPA. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPA dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif STAD (Student Team Achievement Divisions) pada siswa kelas IV SDN Pati Lor 05 Semester I Tahun Pelajaran 2013/2014. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Subyek yang diteliti adalah siswa kelas IV SDN Pati Lor 05 sebanyak 29 siswa. Rencana tindakan yang penulis rencanakan untuk mengatasi masalah ketidaktuntasan nilai siswa pada mata pelajaran IPA adalah dengan melaksanakan perbaikan pembelajaran dengan dua siklus, yaitu: siklus Idan siklus II. Hasil analisis data penelitian menunjukkan bahwa ada peningkatan hasil belajar IPA dengan menerapkan model kooperatif STAD (Student Team Achievement Divisions). Hal ini terlihat pada peningkatan: (1) ketuntasan belajar;pra siklus sebesar 44,83%, siklus I sebesar 72,41 %, dan siklus II sebesar 89,66%. (2) Rata-rata kelas;pra siklus sebesar 70,52,siklus I sebesar 79,31, dan siklus II sebesar 89,66. (3) Skor minimal; pra siklus 40, siklus I 50, dan siklus II 60. (4) skor maksimal;pra siklus 90, siklus I 100, dan siklus II 100. (4) Aktivitas siswa dalam pembelajaran mengalami peningkatan. Siswa akan menjadi lebih aktif, inisiatif, kosentrasi serta menumbuhkan kerjasama antar siswa. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif STAD (Student Team Achievement Divisions) dapat meningkatkan prestasi belajar IPA pada siswa kelas IV SDN