CARI PTK DISINI

Memuat...

Sabtu, 29 Oktober 2011

IMPLEMENTASI METODE JIGSAW LEARNING DALAM MENINGKATKAN KEAKTIFAN SISWA KELAS XA DI MAN KOTA BLITAR” ( PTK 110 )

IMPLEMENTASI METODE JIGSAW LEARNING DALAM MENINGKATKAN KEAKTIFAN SISWA KELAS XA DI MAN KOTA BLITAR” ( PTK 110 )

Perkembangan ilmu dan teknologi dewasa ini turut mempercepat laju perkembangan ekonomi dan industri, yang mempunyai implikasi penting terhadap dunia pendidikan. Salah satu dampak pertumbuhan dan perkembangan ekonomi yang paling nyata dirasakan yaitu menyangkut lapangan kerja, baik dilihat dari kebutuhan masyarakat maupun kemampuan dalam menyediakan atau menyiapkan tenaga kerja. Dalam hubungannya dengan masalah penyiapan tenaga kerja, yang dihadapi dilapangan yaitu rendahnya mutu tenaga kerja, biasanya variabel kondisi fisik, kualitas pendidikan, dan etos kerja sangat dominan dalam menentukan produktivitas tenaga kerja.

Perkembangan zaman di era globalisasi saat ini menurut semua aspek juga berkembang dengan cepat. Demikian halnya dengan dunia pendidikan, yang harus terus berpacu agar bisa memenuhi kebutuhan pendidikan di masa sekarang dan yang akan datang. Berbagai usaha banyak dilakukan mulai dari pemenuhan kebutuhan fisik seperti sarana dan prasarana sampai dengan kebutuhan yang bersifat konseptual operasional, mulai dari kurikulum sampai dengan guru dan siswa selaku pelaku pendidikan.

Apalagi dengan adanya UU No.22 tahun 1999 tentang Otonomi Daerah. Ternyata berimbas pada dunia pendidikan sehingga berlaku pula Otonomi pendidikan walaupun kesiapannya masih dipertanyakan. Namun apapun alasannya otonomi daerah sudah dipikul demikian halnya dengan otonomi pendidikan, setiap lembaga pendidikan harus berlomba-lomba untuk menjadi lembaga yang diinginkan atau diminati masyarakat dengan berbagai macam usahanya.

Untuk mengetahui tingkat kebutuhan pembelajaran ini institusi pendidikan perlu melakukan analisa kebutuhan, yang mana hasil dari analisa ini yang akan digunakan sebagai salah satu pertimbangan bagi para pengajar untuk menentukan metode yang paling tepat sehingga proses pembelajaran bisa mencapai hasil yang optimal. (Oxfort dan scarcella, 1993: harnur 1998. Ur.1996, Nunan: 19).

Dewasa ini istilah metode banyak dipinjam oleh bidang-bidang ilmu lain, termasuk bidang ilmu pendidikan. Dalam kaitannya dengan belajar mengajar, pemakaian istilah metode dimaksudkan sebagai daya upaya guru dalam menciptakan suatu sistem lingkungan yang memungkinkan terjadinya proses mengajar. Maksudnya agar tujuan pengajaran yang telah dirumuskan dapat tercapai secara berdaya guna dan berhasil guna, Guru dituntut mempunyai kemampuan mengatur secara umum komponen-komponen pengajaran sedemikian rupa sehingga terjalin keterkaitan fungsi antar komponen pengajaran dimaksud. Dengan rumusan lain, dapat juga dikemukakan bahwa metode berarti pilihan pola kegiatan belajar mengajar yang diambil untuk mencapai tujuan secara efektif. Untuk melaksakan tugas secara professional, guru memerlukan wawasan yang mantap tentang kemungkinan-kemungkinan metode belajar mengajar yang sesuai dengan tujuan belajar yang telah dirumuskan, baik dalam arti efek instruksional (tujuan belajar yang dirumuskan secara eksplisit dalam proses belajar mengajar), maupun dalam arti efek pengiring (hasil ikutan yang didapat dalam proses belajar misalnya kemampuan berpikir kritis, kreatif, sikap terbuka setelah siswa mengikuti diskusi kelompok kecil dalam proses belajarnya). (Prof. Dr. Suharyono dkk, strategi Belajar Mengajar 1. IKIP Semarang Press. 1991.hlm.6).

DOWNLOAD FILE LENGKAP PTK

0 komentar:

Poskan Komentar