CARI PTK DISINI

Senin, 16 November 2015

Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Student Teams Achievement Divisions untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPA bagi Siswa Kelas IV SDN

Latar belakang masalah dalam penelitian ini adalah hasil belajar siswa kelas IV SDN Pati Lor 05 pada mata pelajaran IPA pada kompetensi dasar mendeskripsikan terjadinya perubahan wujud benda menunjukkan hasil yang kurang optimal. Dari 29 siswa yang mencapai nilai ketuntasan minimal (KKM= 80) baru 13 siswa atau sebesar 44,83% sedangkan siswa yang belum mencapai nilai ketuntasan berjumlah 16 siswa atau sebesar 55,17%. Salah satu upaya yang dapat dilakukan guru untuk menjawab permasalahan di atas adalah dengan penerapan model pembelajaran kooperatif STAD (Student Teams Achievement Divisions) dalam pembelajaran IPA. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPA dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif STAD (Student Team Achievement Divisions) pada siswa kelas IV SDN Pati Lor 05 Semester I Tahun Pelajaran 2013/2014. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Subyek yang diteliti adalah siswa kelas IV SDN Pati Lor 05 sebanyak 29 siswa. Rencana tindakan yang penulis rencanakan untuk mengatasi masalah ketidaktuntasan nilai siswa pada mata pelajaran IPA adalah dengan melaksanakan perbaikan pembelajaran dengan dua siklus, yaitu: siklus Idan siklus II. Hasil analisis data penelitian menunjukkan bahwa ada peningkatan hasil belajar IPA dengan menerapkan model kooperatif STAD (Student Team Achievement Divisions). Hal ini terlihat pada peningkatan: (1) ketuntasan belajar;pra siklus sebesar 44,83%, siklus I sebesar 72,41 %, dan siklus II sebesar 89,66%. (2) Rata-rata kelas;pra siklus sebesar 70,52,siklus I sebesar 79,31, dan siklus II sebesar 89,66. (3) Skor minimal; pra siklus 40, siklus I 50, dan siklus II 60. (4) skor maksimal;pra siklus 90, siklus I 100, dan siklus II 100. (4) Aktivitas siswa dalam pembelajaran mengalami peningkatan. Siswa akan menjadi lebih aktif, inisiatif, kosentrasi serta menumbuhkan kerjasama antar siswa. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif STAD (Student Team Achievement Divisions) dapat meningkatkan prestasi belajar IPA pada siswa kelas IV SDN

Penerapan Model Pembelajaran Course Review Horey untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas 3 SDN

Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Model PTK yang digunakan adalah model spiral dari Kemmis dan Mc Taggart yang dilaksanakan dalam 2 siklus, yang terdiri dari perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan dan pengamatan, serta refleksi. Variabel penelitian ini menggunakan dua variable yaitu model pembelajaran GI dan hasil belajar matematika. Teknik pengumpulan data menggunakan non tes dan tes. Adapun instrumen penelitiannya dengan lembar pengamatan unjuk kerja siswa dan guru serta butir soal tes. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif komparatif yaitu perbandingan antar siklus dengan menggunakan tabel distribusi frekuensi, diagram lingkaran dan perhitungan persentase. Dari hasil penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar matematika siswa kelas 3 SDN Winong 01 Semester 1 Tahun 2013-2014 dengan kompetensi dasar menentukan letak bilangan pada garis bilangan dan melakukan penjumlahan pengurangan tiga angka setelah menggunakan model pembelajaran CRH. Skor maksimal pada prasiklus yaitu 90, siklus I 100 dan siklus II 100. Skor minimal dari pra siklus yaitu 30, siklus I 50 dan siklus II sebesar 50. Skor rata-rata mengalami kenaikan pra siklus sebesar 62, siklus I sebesar 78 dan siklus II sebesar 85. Pembelajaran peningkatan hasil belajar dari pra siklus 37%, siklus I sebesar 77%, siklus II sebesar 94%. Jadi peningkatan hasil belajar yang diperoleh 90% melebihi indikator kata keberhasilan yang ditetapkan sebesar 80%. Dengan demikian PTK yang dilaksanakan telah berhasil. Mendasarkan pada hasil penelitian, maka disarankan bahwa guru agar menggunakan model pembelajaran CRH dalam pembelajaran matematika SD untuk KD menentukan letak bilangan pada garis bilangan dan melakukan penjumlahan pengurangan tiga angka agar terjadi perbaikan pembelajaran serta meningkatkan hasil belajar matematika siswa.

Penerapan Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPA pada Siswa Kelas 5 SDN

Latar belakang penelitian ini adalah perolehan ketuntasan siswa hanya 33 % yang masih jauh dari KKM yang telah ditetapkan. Padahal KKM dari materi Cara Makhluk Hidup Menyesuaikan Diri dengan Lingkungannya adalah 72.Menurut hasil pengamatan peneliti, rendahnya kemampuan itu di sebabkan oleh beberapa faktor, yaitu : (1) pembelajaran masih didominasi oleh siswa yang pandai, (2) aktifitas siswa dalam pembelajaran masih kurang, (3) belum maksimalnya penerapan model pembelajaran. Adapun tujuan penelitian ini adalah meningkatkan hasil belajar IPA tentang Cara Makhluk Hidup Menyesuaikan Diri dengan Lingkungannya melalui model Contextual Teaching and Learning dengan kelompok belajar yang heterogin. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan melalui dua siklus dan tiap-tiap siklus terdiri dari empat tahapan yaitu perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, pengamatan tindakan, dan refleksi hasil pengamatan. Selain hasil pengamatan data yang diperoleh juga berasal dari nilai hasil tes pada kondisi pra siklus, siklus 1, dan siklus 2. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis deskripsi komparatif yaitu membandingkan ketuntasan kondisi pra siklus ( tuntas 33 %), siklus 1 ( tuntas 61 % ), siklus 2 ( tuntas 83 % )Berdasarkan tindakan yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning dengan kelompok belajar yang heterogen dapat meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas 5 SDN Klakahkasihan 01 Kecamatan Gembong Kabupaten Pati.Hasil observasi dari yang dilakukan teman sejawat menunjukkan penerapan model Contextual Teaching and Learning meningkatkan aktifitas siswa dalam mengikuti pembelajaran. Kenyataan ini dibuktikan dengan rata-rata hasil tes yang meningkat.Implikasi dari penggunaan model Contextual Teaching and Learning aktifitas siswa dan hasil belajar IPA siswa kelas 5 meningkat. Oleh karena itu model pembelajaran Contextual Teaching and Learning dengan kelompok belajar yang heterogin dapat digunakan guru dalam pembelajaran.

Penerapan Metode Pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) pada Mata Pelajaran Ekonomi Kompetensi Dasar Mengenal Jenis Produk dalam Bursa Efek untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa Kelas XI IPS 2 SMA Negeri

Timbal balik antara siswa dan guru sangat diperlukan dalam proses pembelajaran di kelas. Hal tersebut dapat dicapai dengan penerapan metode yang tepat pada setiap pembelajaran, sehingga dapat menarik minat siswa untuk memberikan respon yang positif terhadap pelajaran. Kenyataan yang ada di lapangan, guru masih menggunakan metode ceramah sehingga kegiatan pembelajaran cenderung didominasi oleh guru, sedangkan minat dan aktivitas siswa di kelas rendah. Hal tersebut berdampak juga terhadap hasil belajar siswa yang rendah dan dibawah KKM. Permasalahan dalam penelitian ini adalah apakah dengan menggunakan metode pembelajaran contextual teaching and learning (CTL) model kooperatif tipe two stay two stray (TSTS) pada kompetensi mengenal jenis produk dalam bursa efek dapat meningkatkan aktivitas dan belajar siswa kelas XI IPS 2 SMA Negeri. Keberhasilan proses pembelajaran dinyatakan berhasil bila rata-rata aktivitas belajar siswa sudah mencapai skor lebih dari atau sama dengan 80%. Ketuntasan hasil belajar siswa minimal 80% dari keseluruhan siswa yang mengikuti tes yang telah mendapat nilai minimal 71. Penelitian ini menggunakan desain penelitian tindakan kelas. Penelitian ini terdiri dari dua siklus. Tiap siklus terdiri dari perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Data peneliti diperoleh dari instrumen tes dan non tes. Instrumen tes berupa soal kuis diakhir siklus I dan siklus II, sedangkan instrumen non tes berupa lembar observasi dan angket. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif. Hasil keberhasilan proses pada penelitian tindakan kelas ini adalah aktivitas siswa yang mengalami peningkatan dari siklus I sebesar 72,29% menjadi 90,57% pada siklus II, sedangkan rata-rata ketuntasan belajar pada siklus I sebesar 72,5%, pada siklus II meningkat menjadi 87,5%. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode pembelajaran contextual teaching and learning (CTL) model pengajaran kooperatif tipe two stay two stray (TSTS) pada kompetensi dasar mengenal jenis produk dalam bursa efek dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas XI IPS 2 SMA Negeri 1

Meningkatkan Kemampuan Mengenal Lambang Bilangan 1-10 Melalui Media Permainan Lotto Angka pada Siswa di TK A

Penelitian Ini Dilakukan Dengan Metode Dokumentasi, Observasi Dan Wawancara Untuk Mengumpulkan Data Mengenal Lambang Bilangan Anak Dalam Proses Pembelajaran Di Kelas. Hasil Penelitian Menunjukkan Adanya Peningkatan Mengenal Lambang Bilangan Anak. Pada Siklus I Anak Yang Sudah Mendapatkan Kategori Berkembang Sesuai Harapan (Bsh) Sebanyak 7 Anak (50%) Dan Meningkat Pada Siklus Ii Sebanyak 12 Anak (85,72%) Sehingga Penelitian Ini Dapat Dikatakan Berhasil, Terbukti Pada Siklus Ii Mencapai 85,72% ˃ 80% Dari Indikator Keberhasilan. Hal Ini Menunjukkan Bahwa Permainan Papan Lotto Angka Terbukti Dapat Meningkatkan Kemampuan Mengenal Lambang Bilangan 1-10 Anak Di Kelompok A

Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Materi Pokok IPS Tentang Peninggalan Hindu di Indonesia Melalui Metode Tanya Jawab Kelas V Semester I Tahun

Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Materi Pokok IPS Tentang Peninggalan Hindu di Indonesia Melalui Metode Tanya Jawab Kelas V Semester I Tahun

Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Melalui Penggunaan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Mind Mapping (Peta Pikiran) pada Pelajaran PKn Siswa Kelas XI TKR

Latar belakang masalah dalam penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar siswa kelas XI SMK T&I Kristen Salatiga pada mata pelajaran PKn. Rendahnya hasil belajar siswa dikarenakan pembelajaran yang dilakukan oleh guru kurang menarik bagi siswa. Dalam pembelajaran guru hanya menggunakan metode ceramah dan proses pembelajaran yang berlangsung di kelas hanya diarahkan pada kemampuan siswa untuk menghafal informasi tanpa dituntut untuk memahami informasi yang diperoleh. Dalam hal ini guru yang mendominasi kegiatan pembelajaran sedangkan siswanya pasif hanya duduk, diam dan mendengarkan penjelasan guru, sehingga siswa merasa jenuh dan bosan yang pada akhirnya tidak memperhatikan penjelasan guru serta siswa tidak dapat menjawab pertanyaan dari guru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran PKn dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Mind Mapping (Peta Pikiran) pada siswa kelas XI SMK T&I Kristen Salatiga Semester II Tahun Pelajaran 2013/2014. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas, terdiri dari dua siklus. Teknik mengumpulan data menggunakan tes dan observasi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI TKR SMK T&I Kristen Salatiga yang berjumlah 34 siswa laki-laki. Indikator keberhasilan dalam penelitian ini yaitu 80% tuntas dan nilai rata-rata kelas lebih besar dari KKM yang telah ditentukan oleh sekolah yaitu 72. Hasil penelitian menunjukan pada prasiklus hanya 20 (58,82%) siswa dari 34 siswa yang tuntas. Rata rata nilai yang diperoleh siswa yaitu 68,58 dari nilai KKM 72. Pada siklus I dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Mind Mapping (Peta Pikiran) terjadi peningkatan sebanyak 26 siswa (76,4%) yang mendapatkan nilai diatas KKM 72 dan 8 siswa (23,5%) mendapat nilai dibawah KKM 72. Nilai rata-rata siswa 70,5, dan pada siklus II menunjukan (91,1%) atau 31 siswa mendapat nilai diatas KKM 72 dan 8,9% atau 3 siswa mendapat nilai dibawah KKM 72 dan nilai rata-rata siswa 76. Menunjukan bahwa penelitian telah berhasil, dibuktikan dengan indikator pencapaian yang diharapkan oleh peneliti yaitu sebanyak 80% siswa tuntas dan rata-rata kelas lebih besar dari KKM 72. Disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Mind Mapping (Peta Pikiran) dapat meningkatkan hasil belajar PKn